SEANDAINYA AKU SEPERTI MEREKA

Begitulah yang seringkali terlintas dalam pikiran kita saat melihat seseorang atau orang-orang yang kelihatannya memiliki kehidupan yang lebih indah: sepasang kekasih yang tampan dan cantik yang terlihat mesra, sepasang suami-istri kaya yang tampak bahagia, sekelompok orang bermobil mewah melintas, seorang wanita langsing dan seksi yang menjadi pusat perhatian, lelaki gagah dan sukses yang begitu memesona, atau seorang kawan yang hidupnya tampak sempurna karena terlahir dari keluarga mapan dan bahagia.

"Seandainya aku seperti mereka," adalah lintasan pikiran normal dari alam bawah sadar karena keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, lebih indah, lebih bermartabat. Lantas kita memekik dalam hati: Hidup memang tidak adil! Bukankah aku orang yang baik? Bukankah aku orang yang suka bekerja keras? Bukankah aku orang yang suka beramal? Tetapi mengapa hidup begitu tidak adil?!

Sesungguhnya, bukan hidup yang tidak adil tetapi cara pandang kita tentang "keadilan hidup" yang membedakan kita dari orang lain. Barangkali dengan mendefinisi ulang tentang hidup yang adil akan sedikit meredakan kesedihan kita, kekesalan kita, kemalangan yang kita rasakan. Karena sesungguhnya, banyak orang lain yang juga mencemburui hidup kita dan berharap menjadi seperti kita.

Hidup itu adil, kitalah yang sering berlaku tidak adil pada hidup.

Salam semangat!



Business vector created by Iconicbestiary - Freepik.com