Sejarah Nusantara The Malay Archipelago


Jika kita melihat globe atau peta bumi belahan Timur, kita akan mendapati antara Asia dan Australia sejumlah pulau besar dan kecil yang membentuk kelompok yang saling berhubungan dan berbeda dari kedua daratan utama, yaitu Asia dan Australia, dan memiliki sedikit hubungan dengan kedua daratan ini. Terletak di garis khatulistiwa, dan di antara samudera tropis besar, wilayah ini mengalami iklim yang lebih panas dan lembab daripada sebagian besar bagian lain dunia, dan dipenuhi dengan produk-produk alam yang tidak dikenal di tempat lainnya. Wilayah ini kaya dengan buah-buahan dan rempah-rempah yang sangat berharga. Wilayah ini adalah tempat tumbuh­nya bunga raksasa Raflesia, tempat hidup Ornithoptera bersayap-hijau raksasa (primadona di antara jenis kupu-kupu), tempat hidup Orangutan yaitu kera besar seperti manusia, dan tempat hidup Burung Cendera­wasih atau burung dari surga yang luar biasa cantik. Wilayah ini dihuni oleh rasa manusia yang khas dan menarik – orang Malaya, yang tidak akan ditemukan di tempat lain yang melampaui batas kepulauan ini, yang kemudian dinamakan Kepulauan Malaya.
Bagi orang Inggris awam, wilayah ini mungkin adalah bagian dunia yang paling sedikit dikenal. Pengetahuan kami tentang kepulauan ini sangat sedikit; sangat jarang orang-orang dari Inggris melakukan perjalanan untuk mengeksplorasi wilayah ini; dan di banyak ko­leksi peta, wilayah ini hampir diabaikan karena ter­pisah antara Asia dan kepulauan Pasifik. Maka sedikit orang menyadari bahwa, secara keseluruhan, wilayah atau kepulauan Malaya ini bisa dibandingkan dengan  bagian-bagian utama globe dan bahwa beberapa dari pulau-pulau terpisah ini lebih besar daripada Prancis atau kekaisaran Austria. Namun demikian, seorang traveller atau pengelana segera memperoleh ide-ide berbeda. Ia berlayar selama beberapa hari, atau bahkan berminggu-minggu, menyusuri pantai salah satu pulau besar, begitu besar sehingga para penghuninya percaya bahwa pulau ini adalah sebuah benua yang sangat luas. Ia mendapati bahwa perjalanan di antara pulau-pulau ini menurut perkiraan bisa ditempuh selama bebe­rapa minggu dan  beberapa bulan, dan bahwa beberapa peng­huni wilayah ini, walau sedikit diketahui, memiliki nenek moyang dari utara hingga benua selatan Ame­rika. Ia segera memandang wilayah ini sebagai wilayah yang terlepas dari bagian lain dunia dengan ras manusia-nya sendiri dan aspek-aspek alamnya sendiri; de­ngan ide-idenya sendiri, perasaan, adat istiadat dan cara berbicaranya sendiri, dan dengan iklim, vegetasi dan kehidupan mengasyikkan dengan ciri khas-nya sendiri.

. . .


Beli Buku Ini...